Sabar dan tekun didalam Tuhan

Jemaat yang di kasihi Yesus, Puji Tuhan! Minggu ini adalah minggu yang kedua kita sudah memasuki tahun baru 2018, dimana kita masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk menikmati cerahnya matahari pagi.  Saya percaya kita juga mengalami kegagalan-kegagalan pada tahun yang lalu. Namun pun demikian kini  saatnya kita mengarahkan pandangan kita ke depan dan mulai langkah baru seperti yang dilakukan Paulus. “…aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,” (Filipi 3:13b, 14a). Mari, jadikan tahun 2018 sebagai tahun di mana kita akan mengalami dan menikmati janji Tuhan dalam kehidupan kita. Ada hal-hal yang harus kita perhatikan untuk meraih janjiNya itu: Pertama, kita harus memiliki KESABARAN. Dikatakan, “Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat.” (Yakobus 5:8).

Sabar bererti tidak lagi bersungut-sungut, apapun keadaannya. Kita belajar dari petani, “…ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.” Para petani harus sabar menunggu hingga musim panen tiba. Dalam masa menunggu itu bukan bererti petani diam dan berpeluk tangan sahaja. Sebaliknya mereka tetap bekerja, bahkan lebih keras lagi untuk menyiramkan tanaman, memberi membaja, membersihkan dan juga memberantas segala jenis serangga yang mengganggu. Panas terik dan hujan tidak mengurangkan semangatnya. Ini berbicara tentang keteguhan hati. Teguh bererti setia, ertinya tidak goyah dan tetap fokus pada janji Tuhan, kerana pada saatnya kita akan menuai. Kedua, kita harus BERTEKUN seperti “…mereka yang telah bertekun;” (Yakobus 5:11). Perhatikan hidup Ayub, meski mengalami ujian dan penderitaan yang hebat dan berat, hatinya tetap berpaut kepada Tuhan kerana dia tahu bahwa ujian terhadap iman “…menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:3). Kerana ketekunannya hidup Ayub dipulihkan secara luar biasa (Ayub 42:10). Mari kita jalani hari-hari pada tahun 2018 ini dengan SABAR dan TEKUN. Percayalah bahawa Tuhan kita Yesus Kristus membuat segala sesuatu indah pada waktuNya. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa kita, menyertai kamu. Amin!