Menyembah Dia dengan benar dan tulus

Jemaat yang di kasihi Yesus, firman Tuhan dalam Yohanes 4:23 mengatakan; “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” Penyembahan adalah bahagian yang sangat penting dalam kehidupan orang percaya, bahkan seharusnya menjadi gaya hidup kita. Siapa yang harus kita sembah? Allah yang hidup sahaja, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. “Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.” (Mazmur 81:10). Dalam pelaksanaannya, penyembahan tidak dibatasi oleh waktu dan tempat, sehingga masa dan di mana pun kita dapat melakukannya. Pada zaman Perjanjian Lama orang melakukan penyembahan Allah dengan cara-cara yang dinilai secara fisik, yaitu yang meniktikberatkan pada aktiviti jasmaniah, di mana ada pelaturan yang sangat tegas dan susah untuk diikuti sebagai syarat untuk datang kepada Allah. Tidak semua orang dapat datang kepada Allah, hanya orang-orang tertentu sahaja. Pada bangsa Israel biasanya diwakili oleh kaum Lewi yang biasa disebut para iman. Tetapi hal ini berbeda di zaman Perjanjian Baru setelah Tuhan Yesus datang ke dunia menebus dosa manusia di atas kayu salib, di mana Ia telah mendamaikan manusia dengan Allah yang secara simbolik dinyatakan dengan tabir bait suci terbelah dua, maka semua orang boleh datang kepada Allah. “Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup
bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri.” (Ibrani 10:19-20).

Meskipun demikian kita tidak boleh datang kepada Tuhan dan menyembah Dia dengan sembarangan. Kita harus menyembah Dia dengan benar dan tulus. Penyembah yang sejati bukan berdasarkan lagu atau musik yang kita mainkan, tetapi inti penyembah adalah saat hati, jiwa dan seluruh keberadaan hidup kita memberikan penyembahan kepada Tuhan. Penyembahan haruslah mengalir dari “dalam” menuju ke “luar” yaitu penyembahan yang terjadi di dalam hati (dalam roh), bukan hanya menunjukkan aktiviti fisik semata-mata. Oleh karena itu jemaat Tuhan, penyembahan bukan berbicara mengenai tempat, waktu atau musik yang sesuai, karena perhatian utama Tuhan bukanlah bahagian luar, tetapi “…Tuhan melihat hati.” (1 Samuel 16:7b). Tuhan Yesus memberkati anda. Amin!