Menikmati Kemerdekaan Yang Sejati

Saudara-saudari yang di kasihi Yesus, MERDEKA bererti bebas; bebas menentukan nasib bangsa sendiri tanpa adanya tekanan dari pihak lain, terlepas dari penjajahan bangsa asing. Pertanyaannya sekarang; sudahkah kita benar-benar menikmati kemerdekaan yang sejati itu dalam hidup anda? Secara lahiriah kita  memang telah bebas dari perbudakan dan penjajahan bangsa atau suku lain, namun dalam hal rohani,  apakah kita sudah benar-benar merdeka atau masih berada dalam perhambaan yang lain? Sebagai orang  percaya kita patut bersyukur, oleh pengorbanan Kristus di atas kayu salib kita beroleh pengampunan dosa dan “…dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” (Roma 6:18); kita tidak lagi menjadi hamba (budak) dosa, melainkan menjadi hamba kebenaran. Jadi “…Kristus telah memerdekakan kita.” (Galatia 5:1). Pengampunan dari Kristus ini merupakan kuasa yang memerdekakan kita secara menyeluruh, yang memungkinkan kita memiliki hidup berkemenangan dalam semua aspek hidup ini. Sayang sekali,  masih banyak orang Kristian terbelenggu dan diperbudak oleh kuasa-kuasa lain, masih berada di bawah  tipu daya iblis dan dunia ini; dikuasai roh dendam, sakit hati, kebencian, tamak akan wang, tradisi,  okultisme dan lain-lain. Kita hidup tidak sebagaimana seharusnya dikehendaki Tuhan.

Kita yang telah  dimerdekakan Kristus dari kuasa dosa dengan tujuan agar menggunakan kemerdekaan itu dengan  kehidupan yang benar dan berkenan kepada Tuhan. Namun ada sebahagian orang salah gunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk melakukan dosa. Ingatlah satu hal ini; kemerdekaan dari  Kristus bukan sekedar melepaskan kita dari dosa, tetapi untuk memulihkan tujuan Allah menciptakan kita  yaitu supaya kita hidup dalam kebenaran sehingga menjadi serupa dan segambar dengan Dia. Jemaat yang Yesus kasihi, tinggallah di dalam kebenaranNya karena itulah yang memerdekakan kita dari segala  belenggu. Tuhan Yesus memberkati anda. Amin!