Mengampuni

Jemaat yang dikasihi Kristus Yesus, jika ada orang yang berbuat jahat atau menyakiti hati kita, dunia memiliki prinsip: pembalasan lebih kejam dari perbuatan. Tidak sedikit orang Kristian yang turut menerapkan prinsip ini. Bukankah kita tahu bahwa sifat kekristianan itu sama dengan kasih, yang di dalamnya ada pengampunan? Alkitab dengan tegas menyatakan, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Matius 6:14-15). Jadi mengampuni orang lain yang bersalah kepada kita adalah sebuah keharusan. Pernyataannya: berapa kali kita harus mengampuni orang lain? “Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” (Matius 18:22). Dalam kekristianan, hal mengampuni itu tidak ada batasnya karena pengampunan adalah dasar bagi kehidupan orang percaya. Kita harus sadar siapa kita ini.

Ingat, kita ini diselamatkan, dilayakkan menjadi anak-anak Allah dan beroleh berkat-berkat dari Tuhan diawali oleh sebuah pengampunan yang telah dikerjakan oleh Kristus di atas kayu salib, “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,” (Efesus 1:7). Siapakah di antara kita yang tidak pernah berbuat kesalahan? Tidak seorang pun. Maka dengan itu sebesar apa pun kesalahan orang lain dan sebanyak apa pun kejahatan orang terhadap kita, kita diharuskan untuk mengampuni mereka sebab Tuhan Yesus telah terlebih dahulu mengampuni kita. Kalau kita sadar bahwa dosa kita sudah diampuni, memang selayaknya kita taat melakukan apa pun yang diperintahkan Tuhan.

Saudara dan saudari yang Yesus kasihi, mengampuni adalah ciri khas hidup sebagai orang percaya.  Oleh karena itu marilah kita memohon kekuatan daripada kuasa Roh Kudus supaya kita dapat mengampuni orang lain, karena itu kehendak Tuhan. Damai sejahtera Tuhan menyertai anda. Amin!