MEMASUKI TAHUN BAHARU 2018, DENGAN IMAN YANG BENAR

Apa yang saya ingin untuk kita lihat ialah apa sebenarnya iman alkitabiah. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11: 1) Ungkapan “sesuatu yang kita harapkan” adalah salah satu kata kerja Yunani “elpizo” dan bermaksud “percaya.” Ia diterjemahkan banyak kali sebagai “percaya”. “Sesuatu” adalah perkataan “hupostasis” dan bermaksud “menyokong” yang merujuk kepada dasar. Oleh itu, iman alkitabiah adalah percaya dalam dasar janji Allah yang pasti kepada mereka yang percaya.

Kita menentukan masa dengan saat, minit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun. Sekarang kita sedang berada di permulaan tahun baharu dan pada waktu inilah ramai yang merenung masa lalu dan melihat ke arah masa depan. Biar saya beritahu setiap kamu beberapa berita baik — bahawa kita yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus melalui iman  ebagai Tuhan dan Juruselamat kita akan mempunyai masa depan yang paling indah di hadapan kita. Masa depan kita terjamin dalam Peribadi Penyelamat dan Tuhan kita — Yesus Kristus. Kita tidak perlu takut atau cemas tentang apa-apapun. Walaupun pada masa keadaan menjadi sukar, kita dengan iman menanti-nanti dengan harapan kepada Juruselamat kita.

Kita boleh berehat dengan tenang sebab  penakhirnya sudah diketahui. Jika kita percaya kepada Tuhan, dan taat kepadaNya, serta membenarkan Dia memimpin kehidupan kita, apa saja yang datang akan kita atasi melalui Dia. Kemenangan dalam kehidupan kita telah dimenangi — bukan oleh kita, tetapi oleh Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus. “Yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.” (1 Tesalonika 5: 10-11)