Keluarga

Jemaat yang dikasihi Yesus, “KELUARGA” adalah lembaga pertama yang Tuhan dirikan bagi umat manusia, satu komuniti yang paling kecil, paling intim dan mendasar dalam hidup manusia. Inisiatif untuk membangun sebuah keluarga datangnya dari Tuhan sendiri; “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia… Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: ‘Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.’ Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kejadian 2:18, 21-24). Kerana itu untuk membangun sebuah rumahtangga atau keluarga kita harus melibatkan Tuhan dan mengandalkan Dia. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya,” (Mazmur 127:1) Mulai dari masa berpacaran, bertunangan, terlebihlebih lagi saat anda hendak memutuskan siapa yang akan menjadi pasangan hidup anda, libatkanlah Tuhan, jangan tergesa-gesa.

Hanya kerana umur sudah meningkat, ada sebahagian anak muda Kristian bertindak asal kahwin sahaja dalam memilih pasangan hidup sehingga dia rela meninggalkan Tuhan dan menyangkal imannya hanya kerana pasangan hidup. Ingat Firman Tuhan mengatakan; “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?” (2 Korintus 6:14). Pasangan hidup adalah satu untuk seumur hidup, kerana itu tidak ada istilah cuba-cuba, sebab pilihan kita saat ini menentukan masa depan keluarga kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin!