Keluarga Yang Diberkati Dan Berbahagia

Jemaat yang dikasihi Yesus, Firman Tuhan dalam Mazmur 128 ini, pemazmur memberikan dasar utama untuk memiliki keluarga yang diberkati dan berbahagia. Dasar itu adalah takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya (ayat 1), sebab “Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.” (Amsal 14:26). Takut akan Tuhan merupakan unsur penting dalam kehidupan orang percaya. Tanpa rasa takut akan Tuhan seseorang akan cenderung berpikir, berbicara dan berbuat menurut kehendak diri sendiri. Alkitab memperingatkan,  “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan;”  (Amsal 3:7). Rasa takut akan Tuhan itu tumbuh ketika seseorang menyadari akan kekudusan, keadilan,  dan kebenaran Tuhan, sehingga ia akan memandang Tuhan dengan penuh rasa hormat dan kagum.  Dari situ akhirnya seseorang memiliki ketetapan hati untuk tidak mengecewakan Tuhan melalui pikiran, perkataan dan perbuatannya dan dengan kerelaan hatinya sendiri, bukan karena terpaksa atau takut mengalami hukuman, serta berkomitmen untuk hidup menurut kehendak Tuhan dan menjauhi segala kejahatan. Rasa takut akan Tuhan ini harus menjadi landasan utama bagi setiap keluarga Kristian. Dengan demikian suami dan isteri akan mampu menjalankan peranannya sesuai dengan firman Tuhan, saling mendukung dan menguatkan sehingga mampu membawa anak-anak semakin mengasihi Tuhan melalui teladan hidup yang ditunjukkannya. Dengan kata lain, keluarga yang takut akan Tuhan adalah keluarga yang sentiasa menerapkan prinsip-prinsip firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Jemaat yang Yesus kasihi, apakah anda rindu supaya keluarga anda diberkati Tuhan dan berbahagia? Milikilah hati yang takut akan Tuhan. Damai sejahtera Tuhan menyertai kamu sekalian. Amin!