Dari Meja Pastor (090417)

Shalom!
Selamat datang dan selamat beribadah di rumah Tuhan. Jemaat yang di kasihi Yesus, hidup kekristanan adalah hidup dalam pertobatan, kerana Firman Tuhan dalam
2 Korintus 5:17 mengatakan; “…siapa yang
ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Sebagai ciptaan baru, yang lama harus benar-benar kita tanggalkan dengan memiliki komitmen sepert Paulus: “…ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,” (Filipi 3:13). Inilah pertobatan yang sejat. Ada sebahagian orang Kristan yang berpikiran keliru, mereka berfkir bahawa setelah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat atau menjadi Kristan tdak perlu bertobat lagi, kerana telah diselamatkan dan dosa-dosa mereka telah ditebus melalui pengorbanan Kristus di kayu salib. Justru kerana telah diselamatkan dan “…kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.” (1 Petrus 1:18-19), maka kita harus mempertahankan keselamatan yang telah kita terima itu dengan hat yang takut dan gentar, yaitu melalui pertobatan setap hari. Jadi pertobatan itu harus dilakukan seumur hidup kita.

Kata Yunani untuk bertobat adalah metanoia yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris repentance yang berart: secara garis besar berart perubahan pola pikir. Secara umum pertobatan berart keadaan di mana orang berdosa menyesal kerana dosa-dosanya, yang dinyatakan kepadanya oleh terang Firman Tuhan dan pimpinan Roh Kudus, sehingga dengan kehendaknya sendiri ia mau mengubah pola pikirnya, perbuatan dan hatnya, lalu berbalik dari dosanya yang jahat dan berpaling kepada Tuhan dan kebenaran-Nya. Ketka seseorang mengalami pertobatan, mata dan pikirannya terbuka untuk memahami kebenaran. Perubahan pikiran juga berart bahwa kita bertobat atau berbalik dari ketdakpercayaan kepada iman yang sejat. Pertobatan yang sejat dalam diri seseorang menyangkut tiga hal yaitu: pikiran, perasaan (hat) dan juga kehendak.

Jemaat yang Yesus kasihi, sementara pintu anugerah terbuka dan kita masih beroleh waktu dan kesempatan mari pergunakan sebaik mungkin untuk hidup dalam pertobatan. “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Lukas 5:32. Kiranya kasih karunia Tuhan menyertai anda, Amin !